Taste·Asia

Lumpia Semarang

Lumpia Semarang

Lumpia gaya Semarang — kulit gandum tipis mengelilingi isian manis-gurih dari rebung, ebi, dan ayam, disajikan dengan saus manis cokelat kental dan daun bawang mentah.

Persiapan30 menit
Memasak25 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
semarangspring rolljavachinese influencedsnack
Lumpia Semarang

Cara membuat

  1. Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wok di atas api sedang-besar. Tumis bawang putih dan jahe 60 detik. Tambahkan ayam giling dan ebi; masak 4 menit hingga ayam baru matang.
  2. Tambahkan rebung dan tumis 4 menit — harus melembut dan menyerap bumbu. Tambahkan telur orak-arik yang sudah dipotong, kecap manis, kecap asin, gula merah, merica putih, dan garam. Masak 90 detik hingga tercampur merata. Dinginkan sepenuhnya sebelum membungkus; isian hangat merobek kulit.
  3. Letakkan 2 sendok makan isian di sepertiga bawah kulit, bentuk batang 6 cm. Olesi tepi terjauh dengan air. Lipat bagian bawah ke atas, sisi ke dalam, lalu gulung rapat ke atas. Ulangi untuk semua 16 gulungan. Tutup dengan kain lembab saat bekerja.
  4. Untuk saus manis: campur gula merah, air, dan kecap asin dalam panci kecil. Rebus 5 menit hingga gula larut dan sirup sedikit mengental. Kocok larutan tapioka; tuang ke saus saat mendidih. Saus akan menjadi mengilap dan melapisi sendok.
  5. Panaskan minyak hingga 180°C. Goreng gulungan bertahap selama 4 menit hingga keemasan tua dan renyah. Tiriskan di rak.
  6. Sajikan panas. Cara makan Semarang: ambil sepotong daun bawang mentah, pegang di satu tangan; angkat satu lumpia dengan tangan lain; gigit bergantian — catatan hijau tajam daun bawang mentah menyeimbangkan isian kaya manis. Celupkan ke saus cokelat manis; bawang putih dan cabai mentah di meja untuk yang berani.
Catatan budaya

Lumpia Semarang adalah ekspor makanan paling terkenal kota itu — diciptakan pada 1860-an oleh imigran Cina yang menikahi wanita Jawa lokal, memadukan teknik lumpia Cina dengan rebung dan ebi Indonesia. Dua mazhab utama bertahan: Lumpia Gang Lombok (keluarga asli) dan Lumpia Mataram. Pendamping daun bawang mentah adalah penyeimbang tekstural hidangan; menyantap lumpia tanpanya dianggap menyantap hanya separuh hidangan di Semarang.

Lainnya dari Indonesia