Cara membuat
- Marinasi ayam dengan 2 sendok makan bubuk kari sangrai, bubuk cabai, kunyit, garam, dan 1 sendok makan air jeruk nipis. Diamkan 30 menit.
- Panaskan minyak dalam panci tebal di atas api sedang-besar. Letupkan biji sesawi dan klabet; tambahkan daun kari, pandan, kayu manis, dan kapulaga. Masak 60 detik hingga harum.
- Tambahkan bawang bombay iris; masak 6 menit hingga keemasan pucat. Tambahkan bawang putih dan jahe; tumis 90 detik.
- Masukkan ayam yang sudah dimarinasi bersama seluruh bumbu rendamannya. Sangrai 6 menit — rempah akan melapis ayam dan permukaannya berubah warna.
- Tambahkan tomat wedge dan sisa 1 sendok makan bubuk kari. Aduk 2 menit. Tuang santan dan 200 ml air. Didihkan dengan api kecil; tutup dan masak 30 menit.
- Buka tutup; kurangi 8 menit lagi — saus harus mengental dan minyak mulai naik ke permukaan. Aduk masuk sisa 1 sendok makan air jeruk nipis. Diamkan tertutup 10 menit. Sajikan dengan nasi dan setidaknya tiga lauk Sri Lanka lainnya (dhal, mallum, pol sambol).
Catatan budaya
Kari ayam Sri Lanka adalah kari yang paling banyak dimasak di negeri ini — tiap rumah tangga punya rasio bubuk kari sangrai dan cabai yang sedikit berbeda. 'Thuna paha' (campuran kari sangrai) adalah bahan sentral: ketumbar, jintan, adas, dan rempah lainnya disangrai sampai sangat gelap, digiling, lalu digunakan dalam kari yang butuh rasa lebih dalam dan kompleks dibanding kari berbumbu segar. Kari Sri Lanka biasanya disantap sebagai bagian dari sajian 'nasi dan kari' — tidak pernah sendirian — dengan beberapa kari, sambol, dan tumisan di satu piring.