Cara membuat
- Sangrai tepung beras dalam wajan kering dengan api sedang-kecil selama 4 menit, sambil terus diaduk — tepung tidak boleh berubah warna tetapi harus melepaskan aroma kacang halus. Tahap ini krusial; tepung beras mentah menghasilkan string hopper yang lengket.
- Tuang tepung yang sudah disangrai ke dalam mangkuk tahan panas. Tambahkan garam. Tuang air mendidih sambil diaduk dengan sendok kayu — mulai dengan 350 ml dan tambah sesuai kebutuhan. Adonan harus lembut, lentur, sedikit lengket, seperti Play-Doh. Tambahkan minyak; uleni sebentar selagi masih hangat.
- Tutup dan diamkan 10 menit. Adonan akan sedikit mengeras saat tepung beras menyerap penuh.
- Siapkan kukusan dengan air mendidih kuat. Siapkan potongan kecil daun pisang atau matras string hopper.
- Isi cetakan dengan adonan. Tekan dengan gerakan memutar di atas potongan daun pisang, bangun sarang dari helai beras berdiameter sekitar 8 cm. Setiap sarang harus memiliki 3–4 lapis helai. Buat 16 sarang.
- Kukus secara batch dengan api besar selama 8 menit. Helainya harus berubah dari abu-abu basah ke putih kering. Sajikan panas dengan santan dituang di atasnya, kari dhal di samping, dan pol sambol. Santap dengan menyobek potongan dengan jari.
Catatan budaya
String hopper — idiyappam dalam bahasa Tamil — lebih tua daripada negara-negara Sri Lanka dan India Selatan; muncul dalam manuskrip abad ke-16. Versi Sri Lanka berhelai lebih halus dan lebih lembut daripada versi Tamil; keduanya biasanya sarapan. Teknik menekan sudah menyatu ke masakan Tamil dan Sinhala; hidangan ini mustahil tanpa cetakan yang tepat. Menyantap string hopper harus pakai tangan: orang menyobek satu potong, mencelup ke santan, mengambil sepotong kari. Sarapan Sri Lanka berupa string hopper, dhal, kiri hodi (kuah santan), dan pol sambol adalah arsitektur pagi nasional.