Taste·Asia

Popiah

薄餅 (Bóbǐng)

Lumpia segar Singapura — kulit terigu setipis kertas membungkus bengkuang yang ditumis, tauge, udang, pita telur dadar, dan kacang tanah cincang, diolesi saus manis dan sambal.

Persiapan30 menit
Memasak1h
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
singaporehokkienfresh rollcommunalappetizer
Popiah

Cara membuat

  1. Buat isian: panaskan 3 sendok makan minyak; tumis bawang putih, lap cheong, dan dadu tahu selama 5 menit. Tambahkan tauco, kecap asin, gula, dan 100 ml air; aduk 90 detik.
  2. Tambahkan bengkuang dan wortel iris korek api. Tutup dan masak dengan api sedang-kecil selama 35 menit, sesekali diaduk. Bengkuang akan melunak dan menyerap bumbu, melepaskan air. Tambahkan udang di 4 menit terakhir.
  3. Tiriskan campuran bengkuang yang sudah matang dalam saringan, tekan untuk membuang cairan berlebih — isian basah akan membuat kulit lembek.
  4. Siapkan stasiun penggulungan: kulit di piring, lembar selada, isian matang, tauge, pita telur orak-arik, bawang merah goreng, kacang tanah cincang, daun ketumbar, dan mangkuk-mangkuk kecil saus manis dan sambal.
  5. Letakkan satu kulit popiah mendatar. Olesi tipis lapisan saus manis, lalu lapisan tipis sambal di sepertiga bawah. Letakkan satu lembar selada di atasnya, lalu 3 sendok makan isian, taburan tauge, pita telur, bawang merah goreng, kacang tanah, dan daun ketumbar.
  6. Gulung: angkat tepi bawah ke atas isian, lipat kedua sisi ke dalam, lalu gulung erat ke atas. Iris diagonal dan sajikan. Popiah memang dimaksudkan untuk disantap dalam jam yang sama; kulitnya melembek terkena saus.
Catatan budaya

Popiah adalah hidangan Hokkien yang merantau bersama pedagang ke Singapura, Penang, Taiwan, dan Indonesia — setiap wilayah menyebutnya sedikit berbeda dan menyesuaikan isiannya. Versi Singapura memakai bengkuang (sengkuang) sebagai isian dominan, yang memberi karakter manis-berair yang tidak dimiliki versi Penang yang lebih kering. Pesta popiah adalah tradisi Hokkien: komponen-komponen dijajarkan, dan setiap penyantap menggulung sendiri. Keterampilan menggulung — cukup erat agar utuh, cukup longgar agar tidak sobek — diajarkan sejak dini di rumah tangga Hokkien-Singapura.

Lainnya dari Singapura