Cara membuat
- Buat kaldu udang: sangrai kulit dan kepala udang dalam 2 sendok makan minyak selama 3 menit. Tambahkan 1,2 L air; rebus dengan api kecil 25 menit. Saring.
- Haluskan cabai kering yang sudah direndam, cabai segar, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, serai, kemiri, terasi, dan ebi menjadi pasta halus.
- Panaskan 4 sendok makan minyak dalam panci tebal. Tumis pasta bumbu selama 8 menit hingga harum dan minyak mulai naik. Warnanya akan menjadi merah bata pekat.
- Tuangkan kaldu udang dan santan. Rebus dengan api kecil 15 menit untuk menyatukan. Tambahkan saus ikan dan gula. Cicipi — manis, gurih, dengan rasa cabai yang membangun perlahan dan kekentalan santan.
- Potong mi laksa menjadi panjang 5 cm yang muat di sendok — Katong laksa memang dimaksudkan untuk disantap hanya dengan sendok, tanpa sumpit. Rebus 3 menit; tiriskan.
- Masukkan udang ke kaldu; masak 90 detik hingga merah muda. Tambahkan fishcake, tahu pong, dan kerang darah selama 60 detik. Bagi mi ke mangkuk dalam; siramkan kaldu dan topping secara murah hati. Tutup setiap mangkuk dengan taburan daun laksa yang melimpah dan beberapa tauge mentah. Sajikan sambal di meja untuk yang ingin pedas tambahan.
Catatan budaya
Katong laksa adalah varian curry laksa pesisir timur Singapura — mi pendek, disantap hanya dengan sendok, dan kaldunya lebih kental dan lebih manis daripada curry mee Malaysia. Warisan Peranakan (Nyonya) sangat kuat: pasta bumbunya rumus Nyonya, dan daun laksa (daun kesum) adalah penandanya. Hidangan ini diciptakan tahun 1960-an di lingkungan Katong Singapura oleh Janggut Laksa, yang kiosnya (dijalankan kakek berjenggot panjang, karenanya 'janggut') masih ada sebagai jaringan. Aturan 'hanya sendok' adalah ciri khas Katong yang mendefinisikan.