Taste·Asia

Tinolang Manok

Tinolang Manok

Sup ayam Filipina dengan pepaya muda, jahe, dan daun cabai — kuah bening yang menghangatkan, disantap saat seseorang sedang sakit atau saat hujan turun. Ayam kampung, direbus pelan, dibumbui sederhana.

Persiapan15 menit
Memasak1h
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
philippinessoupchickencomfortrainy day
Tinolang Manok

Cara membuat

  1. Panaskan minyak dalam panci tebal di atas api sedang. Masukkan jahe; aduk 90 detik hingga harum — jahe adalah jiwa tinola; jangan dikurangi.
  2. Masukkan bawang putih dan bawang bombay; aduk 2 menit hingga lunak.
  3. Masukkan potongan ayam. Sangrai 4 menit sambil dibalik untuk sedikit warna. Tinola rumahan Filipina sering melewati tahap ini; restoran melakukannya untuk kaldu yang sedikit lebih kaya.
  4. Tuangkan air. Didihkan, buang busa hati-hati di 10 menit pertama — kaldu bening adalah penanda tinola yang dimasak teliti.
  5. Kecilkan api hingga lembut. Tutup setengah dan masak 35 menit hingga ayam empuk. Tambahkan saus ikan dan lada.
  6. Tambahkan dadu pepaya muda; rebus 8 menit hingga empuk. Tambahkan cabai hijau utuh di 60 detik terakhir.
  7. Matikan api, tambahkan daun cabai; daunnya akan layu di panas sisa. Sajikan dalam mangkuk dalam dengan nasi di samping. Tinola adalah sup ayam jiwa Filipina — disantap saat sakit, saat sedih, saat hujan turun.
Catatan budaya

Tinola muncul dalam catatan Filipina era awal Spanyol — Jose Rizal menyebutkannya dalam Noli Me Tangere, di mana sang pastor kolonial mendapat potongan ayam terbaik sementara sang protagonis hanya kebagian leher. Hidangan ini secara mendasar tidak berubah selama berabad-abad. Daun cabai (dahon ng sili) adalah daun hijau tradisionalnya; banyak juru masak rumahan mengganti dengan kelor untuk nilai gizi tambahan. Tinola termasuk satu dari sedikit hidangan Filipina yang tidak butuh saus cocolan — kuahnya membawa semua bumbu yang dibutuhkan.

Lainnya dari Filipina