Cara membuat
- Rendam bihun dalam air hangat 8 menit hingga lentur. Tiriskan.
- Buat saus satay: haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, serai, lengkuas, dan terasi menjadi pasta halus. Panaskan 4 sendok makan minyak dalam panci kecil; tumis pasta selama 6 menit hingga harum.
- Tambahkan kacang tanah (dicincang atau di-pulse), gula aren, asam jawa, saus ikan, dan air. Rebus dengan api kecil 8 menit sambil diaduk hingga konsistensi melapisi sendok. Dinginkan sebentar.
- Didihkan satu panci air. Blansir sotong 60 detik, udang 90 detik, sapi 30 detik. Masing-masing harus baru saja matang. Tiriskan dan susun terpisah.
- Rebus bihun 90 detik; tiriskan. Aduk dengan 2 sendok makan saus satay selagi masih hangat agar mi menyerap rasa.
- Untuk penyajian: tumpuk bihun di mangkuk dalam. Tata seafood, sapi, kangkung blansir, tauge, dan tahu pong di sekitarnya. Tuangkan satu cidukan saus satay hangat secara murah hati di atasnya. Setiap penyantap mengaduk semuanya sebelum makan; saus satay adalah perekatnya.
Catatan budaya
Satay bee hoon adalah hidangan Singapura yang cepat menghilang — kebanyakan kios penjaja sudah berhenti membuatnya, hanya menyisakan segelintir spesialis seperti Tian Wai Tian Hawker Stall di pesisir timur. Hidangan ini berasal dari Teochew, dari awal abad ke-20 saat juru masak Teochew Singapura mengadaptasi saus satay Indonesia-Melayu pada mi beras Tionghoa. Hasilnya adalah hidangan yang terasa bukan dari mana pun — fusi sejati Singapura sebelum kata itu ada. Layak dicari secara khusus; saus satay-nya saja sepadan dengan perjalanannya.