Taste·Asia

Sangkhaya

ສັງຂະຍາ (Săṅkhayā)

Custard telur dan santan khas Laos: telur dikocok dengan gula aren dan krim santan, diharumkan pandan, dikukus jadi custard kuning halus. Dimakan sebagai pencuci mulut atau dengan ketan untuk sarapan.

Persiapan10 menit
Memasak30 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
laoscustardcoconutpandandessert
Sangkhaya

Cara membuat

  1. Kocok telur di mangkuk lebar. Kocok dengan gula aren, krim santan, garam, dan vanila.
  2. Saring lewat saringan halus ke mangkuk tahan panas atau 4 ramekin kecil. Tambahkan daun pandan ke mangkuk (atau bagi ke ramekin); mereka meresap selama dikukus.
  3. Siapkan kukusan dengan air mendidih kuat. Tata mangkuk di rak kukusan. Tutup atasnya dengan foil yang dilubangi beberapa titik; ini mencegah kondensasi menetes balik ke custard.
  4. Kukus dengan api kecil-sedang (didihkan kuat membuat custard berlubang) selama 25–30 menit; tusuk gigi yang ditusukkan ke custard harus keluar bersih.
  5. Dinginkan ke suhu ruang; custard makin padat saat dingin. Buang daun pandan.
  6. Sajikan suhu ruang atau dingin di kulkas. Custard bisa dimakan sendiri dengan sendok, atau dipasangkan dengan ketan untuk versi sarapan Laos (sangkhaya kha rice).
Catatan budaya

Sangkhaya adalah custard telur-kelapa Laos; hidangan yang sama ada di Kamboja (sangkhya), Thailand (sangkaya), dan Indonesia (seri kaya), semua berbagi akar yang sama. Versi Laos lebih lembut, kurang agresif manis daripada versi Indonesia, dan memakai pandan alih-alih kapulaga Kamboja. Hidangan ini makanan sarapan ketika dipasangkan dengan ketan (nasi dicelup ke custard) dan pencuci mulut ketika dimakan sendiri. Upacara kuil Laos kadang menyertakan sangkhaya sebagai bagian persembahan makanan.

Lainnya dari Laos