Cara membuat
- Sangrai ketan di wajan kering dengan api kecil-sedang 8–10 menit sambil terus diguncang sampai keemasan tua dan sangat harum. Dinginkan, lalu giling di lumpang jadi bubuk kasar. Ini khao khua, jiwa larb.
- Masak ayam di wajan lebar dengan api sedang dengan dua sendok makan air; tanpa minyak. Pecah terus menerus agar matang dalam butiran halus. Tarik dari api begitu hilang merah jambunya, sekitar empat menit.
- Pindahkan ayam yang masih hangat ke mangkuk. Tambahkan air jeruk nipis, saus ikan, padaek, dan bubuk cabai selagi masih panas; panas membantu rasa meresap.
- Tambahkan bubuk beras sangrai, bawang merah, dan daun bawang. Aduk; bubuk beras harus mengentalkan dressing dan menempel ke daging.
- Tepat sebelum disajikan, lipat daun mint, daun ketumbar, dan ketumbar gergaji. Jangan tambahkan herba lebih awal atau akan layu.
- Tata di piring. Sajikan dengan ketan di samping, irisan kubis mentah, kacang panjang mentah, dan timun. Tiap orang menyendok larb dengan ketan yang dibentuk bola kecil atau membungkus di daun kubis.
Catatan budaya
Larb adalah hidangan nasional Laos dan hidangan nasional tidak resmi Isan (Thailand): resep yang sama, warisan yang sama. Versi Laos memakai padaek (saus ikan fermentasi) sebagai penanda umaminya; tanpa itu hidangan terbaca sebagai Thai-Isan. Hidangan ini bersifat komunal: disajikan di setiap makan keluarga Laos, perjamuan upacara, dan Boun (festival). Protein berbeda menghasilkan larb berbeda: larb pa (ikan), larb moo (babi), larb sin (sapi). Bubuk beras sangrai tidak bisa ditawar; tanpa itu hidangannya hanya daging cincang dengan herba.