Taste·Asia

Roti Prata

Roti Prata

Roti pipih India-Muslim Singapura — adonan berlapis-lapis dilempar, ditarik, dilipat, dan dipanggang di atas wajan menjadi lapisan yang renyah berkeping. Disantap dengan kari ikan, dhal, atau susu kental manis untuk versi prata-telur-keju.

Persiapan6h
Memasak25 menit
Porsi6
Tingkat kesulitanSulit
singaporeindian muslimflatbreadmamakbreakfast
Roti Prata

Cara membuat

  1. Campur tepung, garam, telur, ghee, dan susu kental manis dalam mangkuk. Tambahkan air hangat secara bertahap, uleni dengan tangan selama 8 menit hingga adonan sangat lembut, sedikit lengket, dan elastis.
  2. Bagi menjadi 6 bola sama besar. Lapisi setiap bola dengan ghee secara merata. Rendam dalam mangkuk lebar berisi minyak. Tutup dan diamkan minimal 4 jam, idealnya semalaman. Istirahat panjang berminyak inilah yang memungkinkan adonan diregangkan sangat tipis.
  3. Siapkan area kerja: permukaan halus yang dilumuri minyak banyak (meja kaca atau lembar baja ideal), wajan panas atau panci lebar, ghee untuk memasak. Siapkan keenam bola yang sudah diistirahatkan dalam jangkauan.
  4. Ambil satu bola yang sudah diistirahatkan. Tekan rata di permukaan berminyak, lalu mulai tampar dan tarik — tampar satu tepi ke permukaan dan tarik keluar, sambil diputar, hingga adonan setipis kertas dan transparan dengan diameter 60 cm.
  5. Lipat dengan cepat: bawa keempat sisi ke tengah membentuk bantal persegi. Lipat sekali lagi menjadi persegi yang lebih kecil. Letakkan dengan jahitan menghadap ke bawah.
  6. Panaskan wajan ke api sedang-besar dengan 1 sendok makan ghee. Masak prata yang sudah dilipat 90 detik per sisi, ditekan dengan spatula. Lapisan akan mengembang dan permukaan menjadi keemasan tua. Pukul prata yang sudah matang di antara kedua telapak tangan untuk meretakkan lapisan — ini adalah teater prata. Sajikan panas dengan kari ikan, dhal, atau susu kental manis untuk variasi manis.
Catatan budaya

Roti prata adalah nama Singapura untuk apa yang orang Malaysia sebut roti canai — hidangan yang sama, konteks budaya yang sedikit berbeda. Komunitas India-Muslim di Singapura (terutama keluarga pedagang Tamil-Muslim) membawanya dari India Selatan. Prata Singapura lebih beragam dengan topping daripada versi Malaysia: prata telur, prata keju, prata pisang, prata bawang — perluasan kontemporer yang dipertanyakan kaum puritan. Prata di area Mustafa di Tekka atau kios lama di sepanjang Race Course Road adalah patokannya.

Lainnya dari Singapura