Cara membuat
- Siapkan isian: campur daging babi giling, kimchi cincang yang sudah ditiriskan, tahu hancur, mi soun cincang, tauge cincang, daun bawang, bawang putih, jahe, kecap asin, minyak wijen, biji wijen, merica, dan garam. Aduk satu arah dengan sumpit selama 90 detik hingga lengket.
- Uji-masak satu sendok kecil isian dalam wajan panas dan cicipi — sesuaikan garam atau wijen sesuai kebutuhan sebelum membungkus.
- Letakkan satu sendok makan penuh isian di tengah kulit. Olesi tepi dengan air. Lipat menjadi setengah lingkaran, tekan tepi kuat. Lalu tarik kedua ujung runcing bersama dan jepit — bentuk mandu Korea klasik, bukan jiaozi Cina yang berlipat.
- Untuk mandu rebus (mul mandu): rebus dalam panci air tanpa garam yang lebar selama 5 menit. Akan mengapung saat matang.
- Untuk mandu goreng wajan (gun mandu): panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan anti lengket di atas api sedang-besar. Susun mandu dalam lingkaran, goreng tanpa diganggu selama 2 menit hingga dasar keemasan tua. Tambahkan 60 ml air dan tutup segera; kukus 4 menit. Buka tutup, uapkan sisa air selama 30 detik. Angkat ke piring, sisi cokelat di atas.
- Sajikan dengan saus celup. Mandu juga dimasukkan utuh ke tteokguk (sup kue beras) untuk versi Tahun Baru Imlek bernama tteok-mandu-guk.
Catatan budaya
Mandu datang ke Korea dari Mongolia selama ekspansi dinasti Yuan ke semenanjung pada tahun 1200-an — kata Mongolia 'mantuu' menjadi mandu Korea, juga mantou Cina, manti Turki, dan manju Jepang (masing-masing menyimpang ke bentuk dan isian berbeda). Mandu Korea menggunakan kimchi dan mi soun dalam isian — keduanya unik untuk tradisi Korea. Mandu Korea Utara lebih besar; Korea Selatan lebih kecil dan sering digoreng wajan. Wang mandu (secara harfiah 'mandu raja') adalah versi kukus berukuran roti kukus yang dijual di gerobak jalanan.