Cara membuat
- Panaskan minyak wijen dalam panci tanah liat (ttukbaegi) atau panci berat di atas api sedang-besar. Masukkan irisan perut babi dan tumis 3 menit hingga lemak meleleh dan tepinya garing.
- Peras kimchi di atas panci — biarkan airnya jatuh ke dalam — lalu cincang dan masukkan. Tumis bersama daging babi selama 4 menit, kimchi akan sedikit transparan dan warnanya lebih pekat.
- Tambahkan gochujang, gochugaru, dan bawang putih. Aduk 90 detik hingga pasta harum dan minyak berubah merah bata.
- Tuang kaldu ikan teri-kombu. Tambahkan air kimchi yang disisihkan, irisan bawang bombay, kecap asin sup, dan gula. Didihkan dengan kuat.
- Masak 15 menit tanpa tutup — kuah akan menyusut sedikit dan berwarna merah pekat, daging babi empuk. Cicipi; sesuaikan rasa asin dengan tambahan kecap asin sup bila perlu.
- Letakkan irisan tahu di atasnya, taburi daun bawang. Rebus 5 menit lagi. Sajikan langsung dalam panci — semur Korea tidak dipindah ke mangkuk. Hidangkan ke meja dengan keranjang nasi serealia campur dan tiga atau empat piring kecil banchan.
Catatan budaya
Kimchi jjigae adalah makan malam hari kerja orang Korea, hidangan yang menghabiskan kimchi yang sudah lewat masa terbaiknya untuk dimakan mentah. Kimchi tua dan asam (mukeun-ji) lebih disukai daripada yang segar; konsentrasi asam laktatlah yang memberi kuah ini tubuhnya. Hidangan ini terkait dengan prinsip masakan Korea: kimchi di musim panas adalah lauk, di musim dingin ia menjadi pusat meja. Perut babi adalah bahan standar, tetapi tuna kaleng, spam, atau hanya tahu adalah variasi yang umum — kimchi jjigae sangat memaafkan asal kimchinya benar-benar matang.