Cara membuat
- Panaskan minyak hingga 180°C. Goreng iris roti tebal selama 4 menit, sambil dibalik, hingga keemasan tua dan luarnya renyah pecah. Tiriskan di rak.
- Buat isian: lelehkan mentega di wajan tebal dengan api sedang. Tambahkan bawang bombay dan wortel; masak 4 menit. Tambahkan ayam dan shiitake; masak 4 menit lagi sampai ayam baru matang.
- Tambahkan udang, cumi, kacang polong, dan jagung manis. Aduk 90 detik.
- Taburi tepung di atas campuran; aduk 60 detik untuk menyerap mentega — tepung dan mentega membentuk roux yang akan mengentalkan.
- Kocok masuk susu dan kaldu ayam perlahan. Didihkan dengan api kecil; masak 4 menit hingga saus cukup kental untuk melapisi sendok. Bumbui dengan lada putih dan garam. Jangan terlalu asin; rotinya sudah menambah keasinan.
- Potong sayatan horizontal dalam di sisi setiap iris roti goreng — hampir tembus — untuk membuat ruang berongga. Bukalah. Sendokkan isian creamy panas ke ruang itu secara murah hati. Tutup dengan irisan daun bawang. Tekan kembali atas roti untuk membentuk 'tutup peti mati'. Sajikan langsung di piring; santap dengan pisau dan garpu dengan memotong tembus roti untuk melepaskan isiannya.
Catatan budaya
Roti peti mati diciptakan di Tainan tahun 1940-an oleh chef bernama Hsu Liu-yi. Nama aslinya 'roti pot Barat'; rebrand menjadi 'roti peti mati' konon adalah pengamatan bercanda seorang profesor universitas Taiwan bahwa rotinya tampak seperti tutup peti mati. Nama itu menempel dan memberi hidangan ini ketenaran. Tainan masih punya restoran spesialis aslinya; bus turis berdatangan setiap hari. Isian krim gaya Barat adalah sentuhan Tainan — kota ini banyak dipengaruhi pertukaran kuliner Jepang-Barat selama tahun 1900-an hingga 1940-an.