Taste·Asia

Sumalak

Сумалак (Sumalak)

Puding gandum bertunas Uzbek — biji gandum ditumbuhkan, digerus, dan dimasak perlahan selama 24 jam menjadi puding kental, manis, dengan rasa kuno. Hidangan ritual Navruz (ekuinoks musim semi).

Persiapan1h
Memasak12h
Porsi12
Tingkat kesulitanSulit
uzbekistannavruzancientcelebrationritual
Sumalak

Cara membuat

  1. Tumbuhkan gandum (proyek 3 hari — rencanakan sebelumnya): bilas gandum dengan rata. Rendam semalaman, tiriskan. Sebarkan di kain lembap, tutup, istirahatkan 2-3 hari, dibilas dua kali sehari. Tunas harus 2-3 cm panjang.
  2. Gerus gandum yang telah bertunas: masukkan ke penggiling daging atau food processor dengan 1 L air. Saring melalui kain kasa, peras kuat-kuat. Sisihkan jus gandum bertunas yang kehijauan. Buang ampas.
  3. Letakkan batu sungai di dasar panci tebal besar — ini adalah teknik tradisional Uzbek untuk mencegah gosong selama masak yang panjang.
  4. Tambahkan 4 L air ke panci. Kocokkan tepung sedikit demi sedikit untuk mencegah gumpalan. Tambahkan garam dan minyak.
  5. Didihkan dengan api kecil. Tambahkan jus gandum bertunas. Masak di atas api sedang-kecil selama 6 jam, diaduk setiap 15 menit. Adonan akan secara bertahap menggelap, mengental, dan mengembangkan rasa karamel-dan-malt yang dalam.
  6. Lanjutkan masak 6 jam lagi, diaduk lebih jarang — sumalak harus berubah kuning kecokelatan-cokelat pekat dan menjadi sangat kental. Dinginkan. Beri taburan almond dan kacang kenari iris. Sajikan pada suhu ruang dalam mangkuk kecil. Hidangan ini bersifat komunal; pembuatan sumalak secara tradisional adalah pertemuan wanita selama malam sebelum Navruz.
Catatan budaya

Sumalak adalah hidangan Navruz (ekuinoks musim semi Persia/Asia Tengah) — disantap pada 21 Maret di seluruh Uzbekistan, Tajikistan, Iran, dan Afghanistan. Hidangan ini berusia lebih dari 2000 tahun dan dianggap sebagai pencuci mulut Uzbek paling kuno. Masak semalam suntuk adalah tradisi komunal wanita: wanita berkumpul di halaman untuk memasak sumalak bersama, berbagi cerita sepanjang malam. Setiap istri Uzbek harus membuat sumalak setidaknya sekali dalam hidupnya. Komunitas diaspora Uzbek modern terus membuat sumalak di Navruz; hidangan ini memiliki pengakuan UNESCO Warisan Budaya Takbenda.

Lainnya dari Uzbekistan