Cara membuat
- Rendam bihon dalam air hangat selama 8 menit hingga lentur tetapi tidak lembek. Tiriskan dan sisihkan.
- Panaskan minyak dalam wajan atau panci dalam lebar di atas api sedang-besar. Tumis bawang putih dan bawang bombay 90 detik. Masukkan ayam; masak 3 menit hingga matang. Tambahkan udang dan sosis Cina; masak 60 detik.
- Angkat semuanya dari panci dengan saringan berlubang, sisakan minyaknya. Tambahkan wortel, kubis, dan kacang kapri salju ke panci yang sama; tumis 2 menit hingga baru saja layu. Angkat.
- Tuangkan kaldu, kecap asin, dan saus ikan ke panci. Didihkan dengan api kecil. Masukkan bihon yang sudah direndam dan aduk perlahan — mi akan menyerap kaldu dan berubah dari putih menjadi cokelat keemasan saat matang. Aduk sesekali selama 4 menit; bila terlalu kering, tambahkan kaldu lagi.
- Kembalikan campuran ayam-udang-sosis dan sayuran. Aduk semuanya bersama selama 90 detik. Tambahkan lada hitam.
- Plating di nampan lebar. Tutup dengan bawang merah goreng dan irisan daun bawang. Sajikan dengan potongan jeruk kasturi. Mi dimaksudkan untuk menyerap perasan jeruk kasturi di mangkuk — itulah sentuhan pengangkat khas Filipina yang tidak pernah opsional.
Catatan budaya
Pancit bihon adalah hidangan mi Filipina yang paling universal — setiap keluarga punya versinya, dan pesta Filipina tanpa pancit secara teknis bukanlah pesta. Peran simbolisnya di ulang tahun (mi panjang = umur panjang) dianggap serius hingga memutus mi sebelum disantap dianggap pertanda buruk. Restoran Tionghoa-Filipina menyajikan nampan raksasa pancit bersama lechon dan lumpia untuk pesta. Setiap wilayah menyesuaikan: Pampanga lebih banyak sayuran, Visayas lebih banyak babi, Mindanao lebih banyak cabai.