Taste·Asia

Onban

온반 (Onban)

Mangkuk 'nasi hangat' Pyongyang — nasi diberi taburan ayam suwir, sayur berbumbu, dan tuangan kuah ayam bening hangat berlimpah. Sarapan Korea Utara atau hidangan nyaman setelah sakit.

Persiapan25 menit
Memasak1h 15menit
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
north koreapyongyangricecomfortwinter
Onban

Cara membuat

  1. Rebus dengan api kecil ayam di 2 L air dengan jahe yang dimemarkan, bawang putih, dan daun bawang yang dimemarkan selama 60 menit. Buang busa dalam 15 menit pertama untuk kaldu yang bening.
  2. Angkat ayam; dinginkan, buang tulang dan suwir-suwir. Saring kaldu melalui kain kasa halus.
  3. Siapkan taburan: celupkan bayam 30 detik; peras kering, bumbui dengan minyak wijen, garam, bawang putih. Celupkan tauge 90 detik; bumbui serupa. Tumis shiitake dalam 1 sendok teh minyak wijen. Buat telur dadar tipis dan iris korek api.
  4. Bumbui kaldu dengan kecap asin, garam, dan 1 sendok makan minyak wijen. Panaskan kembali hingga panas.
  5. Untuk menyajikan: letakkan setumpuk nasi panas di mangkuk dalam. Beri taburan ayam suwir, bayam berbumbu, tauge, shiitake, dan telur dadar iris.
  6. Sendokkan kaldu panas dengan murah hati. Taburi dengan daun bawang dan biji wijen sangrai. Sajikan segera. Makan dengan mencampurkan komponen dengan nasi sambil makan.
Catatan budaya

Onban — 'nasi hangat' — adalah salah satu dari delapan hidangan paling terkenal Pyongyang, disajikan di acara makan keluarga perayaan dan selama musim dingin saat makanan penghangat lebih disukai. Hidangan ini berasal dari masakan istana Korea tetapi tetap sehari-hari di rumah-rumah Korea Utara. Kaldu ayam yang bersih dan bening dan taburan sayur musiman mencerminkan filosofi Korea tentang masakan yang seimbang dan terkendali. Korea Selatan memiliki hidangan serupa tetapi onban secara khusus lebih diasosiasikan dengan Utara.

Lainnya dari Korea Utara