Cara membuat
- Buat cendol pandan: kocok tepung beras, tepung tapioka, dan garam dengan ekstrak pandan dan 300 ml air di panci tebal. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk selama 5 menit hingga adonan mengental drastis.
- Siapkan mangkuk berisi air es. Tekan adonan panas melalui saringan atau cetakan cendol di atas air es — untaian adonan jatuh dan mengeras menjadi cendol berbentuk cacing.
- Dinginkan cendol pandan di dalam air es hingga siap digunakan.
- Buat sirup gula aren: campurkan gula aren, air, dan daun pandan di panci kecil. Rebus dengan api kecil 8 menit hingga gula larut dan sirup mengental. Dinginkan. Buang pandan.
- Hangatkan santan dengan lembut bersama garam — jangan sampai mendidih. Dinginkan ke suhu ruang.
- Untuk menyajikan: di setiap gelas tinggi, tata 2 sendok makan cendol pandan tiris dan 2 sendok makan butiran sagu. Siram 2 sendok makan sirup gula aren. Tambahkan es serut — hingga penuh. Tuang santan dingin hingga tiga perempat penuh. Sajikan dengan sendok panjang.
Catatan budaya
Mont let saung adalah sepupu Burma dari es cendol Indonesia, banh lot Vietnam, dan lod chong Thailand — semua variasi tema cendol pandan dan santan. Versi Burma menambahkan butiran sagu untuk tekstur tambahan, membedakannya dari sepupu-sepupu Asia Tenggara yang lebih bersih. Hidangan ini dijual dari gerobak di Yangon dan Mandalay, terutama selama sore musim panas. Kafe Burma modern memiliki versi terkini dengan buah, es krim, atau topping busa kelapa.