Cara membuat
- Tuang susu kuda segar ke wadah fermentasi yang bersih. Khokhuur Mongolia tradisional (kantong kulit) memberi rasa khas; fermentasi rumah modern bisa menggunakan wadah kaca atau keramik bersih.
- Tambahkan kultur starter (batch airag sebelumnya). Aduk kuat untuk mencampur. Tutup dengan kain muslin agar serangga tidak masuk sambil tetap memungkinkan aliran udara.
- Aduk campuran kuat-kuat setiap 30 menit selama 12 jam pertama — agitasi itu esensial untuk mengembangkan effervesensi dan rasa asam khas. Penggembala Mongolia secara tradisional mengaduk 1000+ kali sehari selama puncak fermentasi.
- Lanjutkan mengaduk lebih jarang (setiap 2–3 jam) untuk hari ke-2–3 (waktu masak yang terdaftar hanya mencerminkan persiapan aktif; fermentasi pasif). Campuran akan menjadi asam, sedikit berkarbonasi, dan mengembangkan tendangan alkohol samar (1–3% ABV).
- Setelah 3 hari, airag siap: asam, sedikit bersoda, dengan aroma yoghurt-asam dan alkohol yang sangat samar.
- Saring melalui kain muslin ke mangkuk. Sajikan dingin. Sisihkan 100 ml sebagai starter untuk batch berikutnya — airag adalah tradisi fermentasi berkelanjutan. Minum selama musim panas; airag memiliki sifat pendingin dan menghidrasi yang dihargai penggembala Mongolia selama hari kerja yang panas.
Catatan budaya
Airag adalah susu kuda fermentasi Mongolia — minuman paling signifikan secara budaya di negara ini, sentral bagi identitas pastoral. Penggembala Mongolia mengonsumsi airag dalam jumlah besar selama musim panas — diet beberapa penggembala 70% airag selama puncak musim. Minuman disajikan dalam ritual keramahtamahan: setiap tamu Mongolia ditawari airag dari mangkuk kayu. Festival Naadam memiliki airag sebagai minuman musim panas resmi, dengan ribuan liter disajikan. Pepatah Mongolia mengatakan: 'rumah tangga tanpa airag adalah rumah tangga tanpa martabat'.