Cara membuat
- Cuci dan bilas millet seksama. Rendam dalam air dingin semalaman. Tiriskan. Catatan: fermentasi penuh perlu 3–7 hari di suhu ruang; persiapan aktif hanya 30 menit, tetapi rencanakan dengan tepat.
- Masak millet: didihkan 800 ml air segar, masukkan millet rendaman, dan rebus 35 menit hingga butirannya matang sempurna. Tiriskan, sebar di nampan, dan dinginkan sampai suam.
- Hancurkan kue ragi marcha jadi bubuk halus. Taburi ke millet matang dingin dan aduk seksama dengan tangan. Ragi harus tersebar rata.
- Padatkan campuran millet-ragi ke wadah keramik atau kayu bersih, tekan kuat. Tutup dengan kain bersih atau daun pisang. Fermentasi di tempat hangat (22–28°C) selama 3–7 hari. Campuran akan perlahan mengembangkan aroma manis-fermentasi dan sedikit alkohol.
- Setelah benar-benar terfermentasi (campuran harus terasa enak manis-asam-fermentasi), pindahkan porsi ke wadah penyajian tongba tradisional, cangkir bambu atau gelas kayu yang dirancang untuk minuman ini. Tiap porsi sekitar 200 g.
- Tuang air panas (sekitar 80°C) ke atas millet fermentasi hingga memenuhi wadah. Tutup dan diamkan 5 menit. Minum lewat sedotan bambu berlubang yang dimasukkan sampai dasar; sedotan menahan millet, sehingga hanya air alkohol berbumbu yang naik. Tambahkan air panas lagi 2–3 kali saat minuman dihabiskan; tiap infusi berikutnya makin lembut. Sajikan panas.
Catatan budaya
Tongba adalah minuman budaya orang Limbu di Nepal timur, terutama di distrik Pathibhara dan Taplejung. Minuman ini diasosiasikan dengan ritual Limbu, pernikahan, dan sore-sore pegunungan dingin. Wadah tongba tradisional terbuat dari bambu atau kayu, sering bertepi perak atau kuningan, dan jadi pusaka yang diwariskan turun-temurun. Ragi marcha mengandung kultur mikroba spesifik yang menghasilkan profil manis-asam-alkohol khas; ragi pasaran tidak bisa mereproduksinya. Tongba dimaksudkan diseruput pelan sepanjang sore panjang sambil mengobrol dan makan.