Cara membuat
- Kocok besan, tepung beras, ajwain, biji jintan, biji ketumbar yang sudah diremukkan, cabai Kashmiri, kunyit, garam masala, garam, dan baking soda dalam mangkuk besar. Tambahkan air es sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga jadi adonan kental seperti adonan pancake yang lebih kental sedikit.
- Masukkan irisan bawang bombay, kentang, bayam, cabai hijau, dan daun ketumbar. Aduk perlahan supaya terlapisi. Jangan terlalu diaduk; gerombolan sayuran dalam adonan adalah ciri pakora yang baik.
- Panaskan minyak dalam wajan dalam ke 175°C; setetes kecil adonan harus segera naik dan menggelembung.
- Turunkan satu sendok sayuran beradonan ke minyak. Jangan terlalu penuh; goreng bertahap. Gerombolannya harus tidak beraturan, dengan potongan bawang dan kentang menonjol keluar.
- Goreng 4–5 menit per batch sambil dibalik perlahan hingga keemasan dan renyah. Angkat ke rak agar tiris.
- Sajikan panas dengan chutney mint (mint, daun ketumbar, cabai hijau, yogurt, jeruk nipis, garam diblender) dan chutney asam jawa. Buka puasa Ramadan Pakistan dimulai dengan pakora dari nampan besar; gigitan pertama memecahkan puasa hari itu.
Catatan budaya
Pakora adalah gorengan India-Pakistan, sebuah kategori yang mencakup pakora bawang, pakora sayur, pakora ikan, pakora paneer, dan banyak lainnya. Adonan tepung kacang adalah tanda khas Pakistan; tanpa itu gorengan kehilangan warna keemasan khas dan kekayaan tepung kacang yang ringan. Ramadan menampilkan pakora dalam skala luar biasa: para ibu rumah tangga menggoreng ratusan untuk berbuka, dan pedagang jalanan Pakistan memasang kadhai (wok) raksasa berisi minyak mendidih saat matahari terbenam. Hidangan ini bisa dibekukan mentah untuk persiapan stok.