Cara membuat
- Tiriskan beras yang sudah direndam. Remukkan kasar separuh butirannya dengan rolling pin atau ulekan; butiran pecah melepaskan lebih banyak pati dan menghasilkan kheer yang lebih creamy.
- Didihkan susu dengan api kecil di panci tebal. Masukkan beras. Masak dengan api paling kecil 45 menit, aduk tiap 5 menit agar tidak menempel. Beras harus pecah sempurna; susu menyusut sepertiga dan jadi gading pucat.
- Tambahkan gula dan garam. Masak 15 menit lagi; kheer akan makin kental.
- Aduk dengan kapulaga, susu safron, separuh almond, separuh pistasi, kismis, dan (jika dipakai) khoya.
- Masak 5 menit lagi. Kheer harus melapisi punggung sendok dalam lapisan tebal yang creamy.
- Aduk dengan air mawar. Tuang ke mangkuk kecil atau nampan lebar. Hiasi dengan sisa almond dan pistasi. Sajikan hangat atau dingin; rumah tangga Pakistan menyajikan keduanya. Kheer akan makin kental saat dingin; encerkan dengan sedikit susu jika perlu.
Catatan budaya
Kheer di Pakistan paling lekat dengan perayaan Idul Fitri; tiap rumah tangga Pakistan membuat sepanci besar untuk makan siang Idul Fitri, dan hidangan ini dibagikan ke kerabat. Asal Persia-Mughal terjaga dalam akhiran air mawar, safron, dan kapulaga; konsep bubur nasi-susu lebih tua, kembali ke Mesopotamia kuno. Hidangan ini punya puluhan variasi regional Pakistan: kheer beras, kheer bihun (sevaiyan), kheer apel, kheer chenna (dengan paneer). Perebusan pelan adalah inti; jalan pintas apa pun menghasilkan hidangan yang lebih encer dan kurang pekat.