Cara membuat
- Bangun api kayu. Letakkan 8 batu sungai halus di tengah api. Panaskan selama 60 menit hingga batu menjadi merah membara. (Atau: panaskan batu di oven 240°C selama 90 menit untuk versi rumahan.)
- Saat batu memanas, persiapkan daging kambing: lumuri dengan garam, merica, dan bawang putih yang dimemarkan. Tata daging kambing di kaleng susu logam atau panci tebal yang bersih, berselang-seling dengan bawang bombay belah dua, potongan wortel, dan potongan kentang.
- Dengan penjepit panjang, pindahkan batu merah membara satu per satu ke dalam panci. Batu mengendap di antara lapisan daging dan sayur. Setiap batu menyebabkan desisan dan uap segera.
- Tambahkan 300 ml air ke panci — uap dari air ditambah panas radiasi dari batu memasak semuanya.
- Tutup panci dengan rapat. Masak di atas api kecil selama 60–70 menit, atau hingga daging empuk hingga mudah disuwir dengan garpu.
- Buka panci di meja makan — penyantap mengeluarkan batu yang masih panas dulu (hati-hati, dengan penjepit) dan melemparnya antara tangan sebagai penghangat. Makanan disajikan keluarga dengan daging, sayur, dan kaldu kaya yang melapisi semuanya.
Catatan budaya
Khorkhog adalah masakan batu panas Mongolia — tradisi nomaden yang mengubah kaleng susu logam atau Dutch oven menjadi pressure cooker uap portabel. Hidangan ini adalah makanan perayaan: pesta ulang tahun, Naadam, dan kumpul keluarga besar. Batu panas dilewatkan satu sama lain saat makan — mempertahankan panas selama berjam-jam dan orang Mongolia percaya memegang batu khorkhog hangat memberi kesehatan. Hidangan ini paling enak dibuat di luar ruangan di atas api kayu; versi rumah modern menggunakan oven untuk batu tetapi rasa asap kayunya hilang.