Taste·Asia

Buta no Shogayaki

豚の生姜焼き (Buta no Shogayaki)

Iris perut atau loin babi ditumis dalam glasir jahe segar dan kecap teishoku (paket makan) paling banyak dipesan di konter makan siang Jepang, disantap dengan setumpuk kol dan nasi.

Persiapan10 menit
Memasak8 menit
Porsi2
Tingkat kesulitanMudah
porkgingerweeknightteishokustir fry
Buta no Shogayaki

Cara membuat

  1. Kocok jahe parut, kecap, mirin, sake dan gula dalam mangkuk. Tambahkan irisan babi, pisahkan dengan sumpit agar tiap potongan terlapisi. Marinasi hanya lima menit lebih lama akan mengeraskan babi tipis.
  2. Panaskan minyak di wajan lebar dengan api sedang-besar sampai berkilau. Masukkan bawang bombay dan tumis satu menit sampai bening dan tepinya kecokelatan.
  3. Angkat babi dari marinasi (sisihkan cairannya) dan tambahkan ke wajan dalam satu lapisan. Sear sembilan puluh detik tanpa diganggu bagian bawahnya harus kecokelatan.
  4. Balik dan masak 30 detik lagi. Tuang marinasi yang disisihkan. Akan berdesis dan menyusut cepat.
  5. Aduk semua dalam glasir mendidih selama 60 detik sampai saus mengental melapisi tiap iris dan wajan hampir kering. Awasi cepat berubah dari mengilap ke gosong.
  6. Tata setumpuk kol dingin es di tiap piring, geser babi di sebelahnya, dan sajikan dengan nasi panas di samping. Kol dingin melawan babi panas berlapis adalah argumen tekstur untuk hidangan ini.
Catatan budaya

Buta no shogayaki adalah makan siang kissaten (kedai kopi gaya lama) dan shokudo (kantin) hidangan yang mendefinisikan makan kelas pekerja Jepang era Showa. Serutan kol tidak bisa ditawar: ia memotong glasir kaya dan mencerminkan logika padanan yang sama dengan tonkatsu. Setiap rumah tangga Jepang punya rasio sedikit berbeda; ada yang memarut jahe sangat halus sampai larut ke saus, ada yang membiarkannya bertekstur. Jahe parut tangan adalah penanda juru masak yang teliti tabung jahe parut siap pakai tidak sama.

Lainnya dari Jepang