Cara membuat
- Cuci beras 2 kali air dingin. Tiriskan.
- Campurkan beras yang telah dicuci, santan, air, daun salam, kayu manis, kapulaga, jahe, bawang putih, garam, dan ghee di panci tebal atau penanak nasi. Total cairan harus 1,5 cm di atas beras.
- Didihkan. Kecilkan api ke yang paling rendah, tutup, dan kukus 18 menit.
- Matikan api, biarkan tertutup 10 menit lagi.
- Buang daun salam, kayu manis, kapulaga, dan jahe. Aduk dengan garpu — butir nasi harus terpisah, sedikit transparan, dan beraroma kelapa lembut.
- Beri taburan bawang merah goreng dan (jika menggunakan) kismis. Sajikan dengan kari Burma — terutama Wet Tha Hin (kari babi) atau Kyet Tha Hin (kari ayam) — dan sayur hijau di sampingnya.
Catatan budaya
Htamin pyaung adalah versi Burma dari nasi santan — biasa di seluruh Asia Tenggara (nasi lemak Malaysia, nasi uduk Indonesia, khao mun gai Thailand) tetapi dengan ciri khas Burma yaitu daun salam dan kapulaga, bukan pandan. Hidangan ini adalah nasi perayaan di pernikahan Burma dan acara festival Buddhis. Versi polos sederhana adalah pendamping harian; versi yang lebih elaboratif dengan kismis dan bawang merah adalah makanan perayaan. Komunitas Burma-Melayu memiliki versi fusi yang memasukkan pandan; versi Burma murni tidak menggunakan pandan sama sekali.