Taste·Asia

Ayam Pongteh

Ayam Pongteh

Semur ayam dan kentang khas Peranakan — ayam direbus bersama bawang merah, bawang putih, tauco kuning, dan gula aren dalam saus cokelat yang kaya. Hidangan rumahan Nyonya yang justru terasa lebih lezat keesokan harinya.

Persiapan20 menit
Memasak1h
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
peranakannyonyachickenstewmake ahead
Ayam Pongteh

Cara membuat

  1. Tumbuk bawang merah, bawang putih, dan jahe menjadi pasta kasar dalam cobek — juru masak Peranakan lebih suka tekstur tumbukan daripada hasil blender.
  2. Panaskan minyak dalam panci tebal di atas api sedang. Tumis pasta tumbukan selama 6 menit hingga keemasan tua dan dapur beraroma bawang merah karamel.
  3. Tambahkan tauco; tumis 90 detik. Pasta akan semakin pekat dan minyak berubah merah-kecokelatan. Tambahkan gula aren; aduk sampai larut ke dalam pasta menciptakan lapisan glossy.
  4. Masukkan potongan ayam; aduk balik agar terbalut. Sangrai 4 menit hingga kecokelatan ringan. Tambahkan kayu manis, bunga lawang, kicap manis, kecap asin pekat, dan kecap asin.
  5. Tuang kaldu ayam atau air rendaman jamur. Masukkan jamur shiitake yang sudah direndam. Didihkan, tutup, masak 30 menit sambil sesekali membalik ayam.
  6. Tambahkan kentang. Lanjutkan rebusan terbuka 25–30 menit lagi — kentang harus mudah ditusuk, kuah menyusut sampai melapisi sendok. Buang minyak yang berlebih jika terlalu banyak naik. Taburi daun seledri Asia. Paling enak setelah didiamkan 12 jam; panaskan kembali pelan-pelan.
Catatan budaya

Masakan Peranakan (Nyonya) lahir dari pernikahan pedagang pria Tionghoa dengan perempuan Melayu lokal pada abad ke-15 hingga ke-17 di Malaka dan Penang — sebuah budaya hibrida dengan bahasa sendiri (Baba Malay), busana, dan masakan. Ayam pongteh adalah salah satu hidangan harian Nyonya — peleburan Hokkien-Melayu dengan tauco (kedelai fermentasi Cina) dan gula aren (Melayu) yang menciptakan kedalaman manis-gurih khas. Hidangan ini terkenal mantap setelah dipanaskan ulang; banyak rumah tangga Nyonya membuatnya sehari sebelumnya. Kata 'pongteh' konon berasal dari bahasa Hokkien yang berarti 'memanggang', merujuk pada tahap menumis pasta bawang merah secara dalam-dalam.

Lainnya dari Malaysia