Cara membuat
- Letakkan teh curah di saringan halus atau kain muslin. Tuang air mendidih melaluinya, lalu saring kembali sebanyak dua kali — teknik penyeduhan ganda khas mamak Malaysia ini menghasilkan teh yang kuat dan kaya tanin.
- Aduk masuk susu kental manis dan garam. Cicipi — teh seharusnya manis dengan rasa tanin, dan garam tak terasa langsung tetapi mengangkat semua rasa lain.
- Siapkan dua poci besar tahan panas. Tuangkan teh manis panas ke salah satu poci.
- Lakukan tarikan: pegang satu poci tinggi (sekitar 1 m di atas yang lain) dan tuangkan tehnya dalam pancuran tipis ke poci kedua yang dipegang rendah. Lalu tuang balik dari poci bawah ke poci atas, mengangkatnya kembali. Teh akan mengaerasi saat jatuh dan membentuk busa tebal.
- Ulangi tarikan 5–6 kali. Minuman seharusnya kini punya kepala busa tebal dan ringan berwarna cokelat muda, mirip cappuccino besar. Aerasinya juga sedikit mendinginkan teh sampai temperatur yang nyaman diminum.
- Tuang ke gelas mug atau cangkir keramik kecil. Sajikan langsung selagi busanya masih tinggi. Pasangkan dengan roti canai atau roti kaya kapan saja.
Catatan budaya
Teh tarik berarti 'teh yang ditarik' — diciptakan di Malaysia awal abad ke-20 oleh imigran India-Muslim yang mengadaptasi format teh-susu-dengan-susu-kental-manis dan menambahkan teknik penarikan dramatis untuk mengaerasi. Tarikan ini sebagian pertunjukan (kios mamak punya gaya tarikan masing-masing) dan sebagian rekayasa — aerasi menciptakan tekstur ringan berbusa khas yang membedakan teh tarik dari teh-susu biasa. Minuman ini begitu penting secara budaya di Malaysia hingga ada Hari Teh Tarik Internasional. Vietnam punya cafe sua da; Hong Kong punya cheun nai cha; Malaysia punya teh tarik.