Taste·Asia

Sup Sisnu

सिस्नुको झोल (Sisnukō Jhōl)

Sup jelatang khas Nepal: sisnu liar segar direbus sebentar dengan bawang putih, jahe, jimbu, dan minyak mustard jadi kuah hijau cerah mirip bayam. Nutrisi jalur pegunungan, dihargai nenek-nenek Nepal.

Persiapan15 menit
Memasak25 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
nepalforagedwellnessvegetarianhill
Sup Sisnu

Cara membuat

  1. Pakai sarung tangan, cuci jelatang seksama. Begitu dimasak sengatannya hancur, tetapi jelatang mentah harus ditangani hati-hati. Buang batang yang keras; simpan daun dan tunas muda.
  2. Panaskan minyak mustard di panci tebal hingga baru berasap. Tambahkan biji fenugreek dan jimbu; gelegak 30 detik.
  3. Tambahkan jahe, bawang putih, dan cabai belah; tumis 60 detik. Tambahkan kunyit dan timur halus; aduk 30 detik.
  4. Masukkan daun jelatang; akan menyusut drastis. Aduk 90 detik hingga daun layu dan berubah dari hijau berduri jadi hijau gelap matang yang lunak.
  5. Tuang air. Didihkan dengan api kecil. Masak 8 menit terbuka.
  6. Kocok tepung beras dengan 60 ml air dingin; tuangkan ke sup sambil diaduk. Sup mengental sedikit. Masak 4 menit lagi. Tambahkan garam. Matikan api, aduk dengan air jeruk nipis. Sajikan panas di mangkuk. Beberapa rumah tangga Nepal memblender sup hingga halus sebelum disajikan; yang lain membiarkannya bertekstur. Makan dengan nasi atau sebagai sup mandiri.
Catatan budaya

Sisnu (Urtica dioica, jelatang) adalah salah satu makanan hutan Nepal yang dikumpulkan: melimpah di alam liar, gratis dipungut, dan padat nutrisi. Nenek-nenek dari kawasan pegunungan memasak sup sisnu sebagai makanan kesehatan, terutama untuk ibu yang baru melahirkan dan anak-anak berkonstitusi lemah. Kearifan obat tradisional Nepal mengaitkan sisnu dengan kandungan zat besi, kalsium, dan protein dalam dosis lebih tinggi dari bayam. Koki Kathmandu modern menemukan kembali sisnu dan memasukkannya ke menu kelas atas.

Lainnya dari Nepal