Cara membuat
- Buat sirup gula aren: campurkan gula aren, air, dan daun pandan di panci kecil. Rebus dengan api kecil 8 menit. Dinginkan. Buang pandan.
- Hangatkan santan dengan lembut bersama garam — jangan sampai mendidih. Dinginkan ke suhu ruang.
- Potong jeli kelapa agar-agar menjadi kubus 1 cm (atau gunakan kubus cincau hitam siap pakai).
- Untuk menyajikan: di setiap gelas tinggi, tata 2 sendok makan butiran tapioka, 2 sendok makan butiran sagu, 2 sendok makan kubus jeli kelapa, 1 sendok makan ketan manis, dan 4 kubus roti tawar.
- Tambahkan es serut yang berlimpah — hingga penuh. Siram 2 sendok makan sirup gula aren ke atas es. Tuang santan dingin hingga tiga perempat penuh.
- Sajikan segera dengan sendok panjang. Penikmat mengaduk semuanya bersama; kubus roti menyerap santan dan menjadi lembut. Kombinasi tekstur (sagu kenyal, jeli lembut, ketan, roti lembut) adalah arsitektur Burma.
Catatan budaya
Shwe yin aye — 'hati emas yang dingin' — adalah minuman pencuci mulut musim panas Yangon. Nama puitis ini mencerminkan tradisi Burma memberi nama sugestif pada hidangan (mirip nama hidangan puitis Tiongkok). Kubus roti tawar adalah sentuhan khas Burma — tidak ditemukan di pencuci mulut regional lain; mereka menyerap santan dan menjadi seperti puding. Hidangan ini berasal dari era kolonial Inggris; komponen roti adalah peninggalan dari pencuci mulut bergaya 'puding' sebelumnya. Penjual jalanan Yangon menjual shwe yin aye dari gerobak dorong berdinding kaca selama musim kering.