Cara membuat
- Sangrai semolina di wajan kering di atas api sedang-kecil selama 6 menit sambil terus diaduk hingga keemasan pucat dan harum. Dinginkan.
- Di panci tebal, campurkan santan, gula aren, dan gula putih. Panaskan di atas api sedang-kecil hingga gula larut. Jangan didihkan kuat.
- Kocok masuk semolina sangrai sedikit demi sedikit. Masak 6 menit sambil diaduk hingga adonan mengental menjadi bubur kental.
- Matikan api, kocokkan telur kocok satu per satu, lalu ghee, kapulaga, garam, dan kismis. Adonan harus kental tapi bisa dituang.
- Tuang ke loyang panggang 22 cm × 22 cm yang diolesi minyak. Ratakan permukaan. Taburi dengan almond iris, biji opium, dan biji wijen.
- Panggang di 180°C selama 35 menit — permukaan harus berwarna keemasan tua dan tusuk gigi keluar bersih. Dinginkan sepenuhnya. Potong kotak-kotak. Sajikan dengan teh Burma panas.
Catatan budaya
Sanwin makin adalah kue semolina Burma — sajian pokok kedai teh, dijual dalam loyang besar yang dipotong kotak-kotak. Hidangan ini masuk ke Burma melalui pedagang Muslim India yang memperkenalkan semolina; versi Burma menambahkan santan dan gula aren untuk membuatnya khas lokal. Kue ini juga merupakan makanan perayaan di Tahun Baru Burma (Thingyan) dan hari festival Buddhis. Taburan biji opium adalah ciri visual khas; tanpa itu, hidangan ini terbaca sebagai halwa India daripada sanwin makin Burma. Kedai teh sering memajang kue ini secara menonjol untuk menarik pelanggan.