Cara membuat
- Campurkan daging sapi dengan pasta bawang bombay, jahe, bawang putih, kunyit, bubuk cabai, saus ikan, ngapi, kecap asin, asam jawa, minyak kacang, garam, kayu manis, kapulaga, dan daun salam di panci tebal. Aduk hingga rata.
- Masak di atas api sedang-besar sambil diaduk selama 8 menit. Air dari bawang bombay keluar; adonan harus berdesis dan mulai mengering.
- Tambahkan air; didihkan. Kecilkan api; tutup dan masak 90 menit, diaduk setiap 15 menit. Daging sapi harus empuk hingga mudah disuwir dengan garpu.
- Buka tutupnya; besarkan api ke sedang-besar. Masak 30 menit lagi tanpa tutup, sering diaduk. Kuah menyusut drastis dan minyak terpisah lalu naik. Saat 'si pyan' terjadi ketika minyak merah pekat menggenang jelas di atas kuah pekat.
- Setelah minyak naik, kari sudah jadi. Buang kayu manis, kapulaga, dan daun salam.
- Istirahatkan tertutup 15 menit. Sajikan dengan nasi putih; amè hin lebih enak setelah semalaman saat rasanya menyatu. Pasangkan dengan irisan bawang bombay mentah, potongan jeruk nipis, dan sayur hijau di sisinya.
Catatan budaya
Amè hin adalah kari daging sapi Burma — disantap di acara makan keluarga dan acara istimewa. Hidangan ini mencerminkan tradisi kari 'minyak naik' (si pyan) Burma: masak berakhir bukan pada batas waktu tetapi pada tanda visual — saat minyak terpisah dan naik bening. Teknik ini memerlukan minyak yang berlimpah; juru masak Burma modern yang sadar kesehatan mengurangi minyak tetapi menerima bahwa hidangan kehilangan sebagian karakternya. Takaran cabai Kashmir memberikan warna merah pekat khas tanpa rasa pedas yang berlebihan.