Cara membuat
- Kocok tepung beras, tepung tapioka, dan garam bersama ekstrak pandan dan 300 ml air dalam panci tebal. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk selama 5 menit hingga campuran mengental drastis dan terlepas dari sisi panci.
- Tekan adonan panas melalui saringan kasar atau cetakan cendol di atas mangkuk berisi air es — strand adonan akan jatuh dan membentuk cendol berbentuk cacing. Cetakan kuningan tradisional memberi cacing-cacing tekstur bergelombang khas.
- Simpan cendol dalam air es di kulkas sampai siap dipakai.
- Buat sirup gula melaka: gabungkan gula melaka, gula putih, air, dan daun pandan dalam panci kecil. Rebus dengan api kecil 8 menit hingga gula larut dan sirup mengental. Dinginkan. Buang daun pandan. Versi Penang memakai gula melaka murni tanpa banyak gula putih; versi Indonesia lebih manis.
- Hangatkan santan secara perlahan dengan garam — jangan sampai mendidih. Dinginkan sampai suhu ruang.
- Untuk penyajian: letakkan satu sendok kacang merah yang murah hati di gelas tinggi atau mangkuk lebar. Tambahkan serutan es sampai penuh. Siram sirup gula melaka di atasnya (sekitar 3 sendok makan). Tuangkan santan dingin sampai hampir menutupi. Tutup dengan cendol secukupnya. Sajikan dengan sendok panjang. Santap dengan mengaduk semuanya menjadi satu; kombinasi cendol-santan-sirup-kacang adalah arsitekturnya.
Catatan budaya
Cendol Penang adalah hidangan penutup minuman paling banyak difoto di Malaysia — kios oranye Cendol Pulau Pinang di Georgetown, terutama Penang Road Famous Teochew Chendul yang legendaris, sudah beroperasi selama puluhan tahun. Versi Malaysia memakai gula melaka (gula aren Malaysia dengan kedalaman berasap) menggantikan gula merah Indonesia; hasilnya adalah sirup yang lebih gelap dan lebih kompleks. Kacang merah dalam cendol Penang tak bisa ditawar; sebagian wilayah Malaysia menghilangkannya, tetapi Penang menganggap cendol tanpa azuki adalah tidak lengkap. Hidangan ini paling nikmat saat siang Penang yang lembap, dimakan sambil duduk di kursi plastik di tepi jalan.