Cara membuat
- Panaskan minyak mustard di wajan lebar hingga baru berasap; ini menghancurkan bau menyengat mentahnya. Tambahkan biji nigella dan cabai belah; gelegak 30 detik.
- Masukkan kentang dadu; tumis 3 menit hingga tepinya berwarna. Tambahkan kunyit dan sejumput garam; aduk supaya terlapisi.
- Tutup wajan dan masak dengan api kecil-sedang 12 menit, aduk sesekali, hingga kentang empuk dan sedikit kecokelatan.
- Masukkan pasta biji opium, sisa garam, dan gula. Aduk kuat 4 menit; posto melapisi kentang dan mulai sedikit kering. Tekstur harus kental dan menempel, bukan bersaus.
- Tambahkan sedikit air (sekitar 60 ml) jika campuran terasa terlalu kering. Aduk 2 menit lagi; hidangan harus mengkilap dengan minyak mustard dan posto harus baru terikat ringan ke kentang.
- Hiasi dengan daun ketumbar. Sajikan dengan nasi panas; aloo posto dimaksudkan dimakan dengan nasi dalam porsi kecil, rasa biji opium halus tetapi jelas.
Catatan budaya
Aloo posto adalah hidangan paling khas Bengal; baik Bangladesh maupun Bengal Barat memasaknya. Biji opium putih (posto) adalah pokok Bengal, dipakai di posto bata dan posto bora. Biji opium putih di Bengal dipakai sebagai pengental dan perasa, bukan untuk kandungan opium. Hidangan ini diasosiasikan dengan kesederhanaan Bengal; makan siang harian di Bengal kebanyakan termasuk olahan posto. Versi Bangladesh sering menambah sedikit gula lebih banyak daripada Bengal Barat (selera manis Hindu Bengal jadi ciri).