Taste·Asia

Fuchka

ফুচকা (Phucakā)

Puff semolina renyah khas Bangladesh diisi kentang lumat, kacang arab, dan air asam jawa berbumbu. Dimakan utuh satu kali gigit, puff meletus di lidah. Camilan jalanan Dhaka yang paling sering difoto.

Persiapan30 menit
Memasak0 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
bangladeshdhakastreet foodvegetarianchaat
Fuchka

Cara membuat

  1. Buat air berbumbu (tamarind pani): blender daun mint, daun ketumbar, jahe, 2 cabai hijau, dan 200 ml air jadi pasta hijau cerah halus. Saring ke kendi besar, tekan agar semua cairan keluar.
  2. Kocok ke cairan hijau saring: pasta asam jawa, gula aren, kala namak, jintan sangrai bubuk, ketumbar bubuk, cabai Kashmiri (1 sendok teh), dan 800 ml air es. Cicipi; harus agresif asam dan gurih. Dinginkan minimal 30 menit.
  3. Buat isiannya: gabungkan kentang lumat, kacang arab, bawang merah cincang, sisa cabai cincang, sisa bubuk cabai Kashmiri, dan garam. Lumatkan pelan; tekstur harus kasar, tidak halus.
  4. Buat lubang kecil di atas tiap kulit fuchka pakai ujung jari atau punggung sendok. Lubang sekitar 1 cm.
  5. Di meja makan tepat sebelum dimakan: tiap orang ambil satu fuchka, sendok satu sendok teh isian kentang-kacang arab, celupkan seluruh kulit ke air berbumbu dingin sampai terisi, dan masukkan utuh ke mulut.
  6. Makan langsung; puff jadi lembek dalam 30 detik. Gigitan pertama meledak dengan air asam dingin, lalu kentang berbumbu hangat, lalu kerenyahan kulit. Sisihkan minimal 8 buah per orang; fuchka adalah hidangan jumlah.
Catatan budaya

Fuchka adalah nama Bangladesh untuk hidangan yang disebut pani puri di India barat dan gol gappa di Delhi. Versi Bangladesh memakai puff lebih tebal dan air berbumbu yang lebih maju asam jawa dan padat cabai. Pedagang jalanan Dhaka mengkhususkan diri di fuchka, mengoperasikan gerobak dorong berdinding kaca di setiap sudut jalan. Ritual makannya komunal: pedagang mengisi kulit dengan cepat dan mengoper ke lingkaran pelanggan. Fuchka Old Town Dhaka dianggap standar emas.

Lainnya dari Bangladesh